AYAH
Ayah …
Dimanakah dirimu ??
Kemana ku harus mencari ?
Dimana dapat kutemui
Kapan waktu itu kan dating ?
Ayah ..
Tak tahukah engkau ..
Disini ditempat kecil ini ,
Aku terdiri dan terduduk dengannya
Untuk selalu menantimu
Di sini , di dalam doaku
Selalu kuberharap dapat temuimu
Ayah …
Dapatkah kau tahu ..
Betapa ku menyayangimu
Betapa ku merindumu
Dan betapa ku rapuh tanpamu
Ayah ..
Dapatkah kau dengar ?
Rintihan sakitku
Jeritan hatiku
Lantunan doaku ..
Apa pernah kau temui semua itu dalam waktu’mui ?
Ayah ..
Di hujan malam ini
Di hujan malam ini
Slalu ku berharap dalam sepi
Aku denganya dapat lalui kehangatan itu ..
Kehangatan yang selama ini blom pernah aku temui
Di saat aku dan dia takut akan petir itu
Ku berharap engkaulah tempatnya bersembunyi
Dari suara menakutkan itu
Ayah …
Dimanakah dirimu ?
Itu yang selalu dia tanyakan padaku
Dimana Ayah ?
Siapa Ayah ?
Siapa Ayah ?
Dengan polosnya dia bertanya dan memaksa ku
Apa yang dapat ku jawab Ayah
Atas sebuah pertanyaan Polosny
Apa yang harus ku jelaskan ?
Agar ia dapat memahami semua .
Ayah ..
Perlahan , dapatkah kau dengar tangis polosnya ?
Perlahan , dapatkah kau dengar tangis polosnya ?
Tangisan yang selalu berharap kau ada didekatnya
Pernahkah kau merasa jeritan sakitnya ?
Yang berharap kau ada dan meniup perihnya .a
Ayah …
Dimanakah dirimu saat ini ?
Dimanakah dirimu saat ini ?
Apa terlalu egoiskah aku ,
Saat berharap agar kau selalu disini ..
Temani aku dan dia ..
Temani aku dan dia ..
Ayah …
Mungkin aku tak setegar dan sekuat diaa !!!
Karena dia nampak masih begitu POLOS
Ia tidak serapuh aku ..
Karena ia tidak cukup memahami semua …
Kepolosannya membuatku selalu merasa Bodoh
Pertanyaannya buatku seolah Rapuh
Tangisannya bawa Dendam tersendiri untukku
Jeritnya buatku Sakit Karyaaa @aiiya_ebbell
http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=100000684905395
Aiiya Vava Ebbel
@aiiya_ebbell